Jakarta - Direktur
Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama Republik Indonesia, Prof.
Dr. H. Abu Rokhmad, M.Ag, secara resmi membuka kegiatan Bimbingan Teknis
Bimbingan Remaja Usia Sekolah (BRUS) Angkatan I yang dilaksanakan di Hotel
Orchardz, Jakarta (04/02/2026). Kegiatan ini diikuti oleh para penghulu dan penyuluh agama Islam dari berbagai daerah di Indonesia sebagai bagian dari penguatan peran pembinaan
umat, khususnya generasi muda.
Dalam
arahannya, Dirjen Bimas Islam menyampaikan bahwa sejak tahun 2025, Direktorat
Jenderal Bimas Islam terus melakukan berbagai pembenahan dan penguatan program
menuju pelayanan keagamaan yang lebih baik dan responsif terhadap kebutuhan
masyarakat. Ia menegaskan bahwa penghulu dan penyuluh agama harus mampu menjadi
aktor perubahan di tengah masyarakat dengan tetap berlandaskan pada nilai-nilai
ajaran Islam.
Menurutnya,
perkembangan zaman dan digitalisasi tidak dapat dihindari, sehingga aparatur
Bimas Islam harus mampu menyesuaikan diri dengan kemajuan teknologi. Namun
demikian, kemampuan dasar dalam menyampaikan pesan keagamaan secara langsung di
tengah masyarakat tetap menjadi keterampilan utama. Kemampuan orasi dan
penguasaan keilmuan agama di mimbar-mimbar dakwah offline disebut sebagai mother
skill yang menjadi fondasi sebelum dikembangkan ke dalam ruang digital.
Dirjen Bimas
Islam juga mendorong para penghulu dan penyuluh untuk tidak ragu berinovasi
serta aktif memanfaatkan media sosial sebagai sarana dakwah. Platform digital
diharapkan dapat dihidupkan secara kreatif dengan menyesuaikan sasaran dakwah,
khususnya generasi muda atau Gen Z, sekaligus sebagai media penyampaian
berbagai program Bimas Islam seperti keluarga sakinah, program BRUS, dan
program pembinaan keagamaan lainnya.
Lebih lanjut,
beliau menekankan bahwa keluarga merupakan titik awal yang paling strategis
dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045. Dalam kesempatan tersebut, Dirjen Bimas
Islam bahkan mengusulkan gagasan GENSA (Generasi Keluarga Sakinah) sebagai
konsep pembinaan keluarga yang dapat berjalan beriringan dengan program
pembangunan keluarga nasional.
Selain itu,
masyarakat juga perlu terus diedukasi untuk melaksanakan pernikahan sesuai
ketentuan agama dan peraturan perundang-undangan. Upaya menggalakkan pernikahan
tercatat dan mengurangi praktik nikah siri dinilai sebagai bagian penting dalam
menjaga ketahanan keluarga sekaligus mendukung pelaksanaan ajaran agama dan
regulasi negara.
Di akhir
arahannya, Dirjen Bimas Islam berharap seluruh peserta dapat mengikuti kegiatan
Bimtek dengan baik dan nantinya mampu menjadi fasilitator yang andal di daerah
masing-masing dalam membina remaja dan masyarakat. Kegiatan pembukaan ditutup
dengan suasana hangat melalui pantun yang disampaikan beliau, “Daun salam
daun duren, Bimas Islam memang keren. (LHN)






.png)


.png)






